Cerita Sex Ngentotin Memek Kakak Ipar Bahenol

Posted on

Selamat datang di Cerita Sex. saat ini Team Cerita sex ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Sex Ngentotin Memek Kakak Ipar Bahenol. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Sex Ngentotin Memek Kakak Ipar Bahenol

Cerita SEX   Cerita Dewasa

agen dominoqq

Cerita Sex Ngentotin Memek Kakak Ipar Bahenol

Perkanalkan nama saya Deka umur 29 tahun, Saat sampai di rumah saya begitu senang, suasananya yang tenang dan udaranya yang sejuk membuatku merasa rileks. Di rumah ini saya banyak menghabiskan waktu di rumah dan cuma membantu kakak iparku saja yang bernama Mbak Vania(35 tahun). Kebetulan selama puasa ia mendapat banyak pesanan kue dari para tetangga dan teman-temannya.

Selama itu saya menjadi akrab dengan mbak Vania. Tiap sore dengan sepeda motor saya mengantarkan ia mengirimkan pesanan kue ke desa sebelah dan ada juga yang sampai keluar kecamatan. Sedangkan suaminya begitu sibuk di kantornya menjelang lebaran.

Karena tempat yang ku tuju terkadang jauh saya jadi sering berbuka puasa di luar rumah. Sambil berbuka kami mengobrol banyak hal, mbak Vaniamemang terbuka orangnya sehingga ia enak diajak ngobrol. Selain itu ia juga banyak bertanya tentangku selama di Jakarta, maklum saja ia memang pernah ke Jakarta.

Dari perbincangan santai itulah saya jadi dekat dengannya, semua pengalamanku saya ceritakan dan ia begitu kaget ketika saya bercerita tentang perselingkuhanku dengan ibu Kos. Ia begitu tertarik dengan cerita saya, ia diam menyimak kata demi kata yang saya ucapkan. Saat kuperhatikan sesekali ia mengubah posisi duduknya, entah karena terangsang atau merasa tak nyaman tetapi yang jelas pipinya yang putih jadi tampah memerah.

Sesudah selesai bercerita saya menanyakan keherananku itu dan ia tampak salah tingkah dan sedikit malu-malu. Saat perjalanan pulang ada yang kurasakan berbeda, ia memelukku dengan erat dan menempelkan dadanya yang montok ke punggungku. Sayapun mencoba menggodanya, kebetulan kami melintasi jalan yang sepi dan agak gelap dan saya menghentikan laju motor.

Deka…. ko berhenti di sini… kan sepi memangnya ada apa sih?

maaf mbak… saya mau pipis sebentar. Kamipun turun dari motor dan menuju sebuah gubuk sawah yang tak jauh dari jalan.

Mbak ko ikut saya kesini… kan saya mau pipis, mau ngintip ya…. Canda saya.

Ih kau itu Deka ada-ada aja, saya tu tsayat kalo di tinggal sendiri….

Maaf deh… saya kan cuma bercanda…

Sesudah itu saya langsung ke sungai kecil yang berada di samping gubuk untuk buang air dan sesaat kemudian kembali ke gubuk.

Di dalam gubuk kulihat Mbak Vaniatampak melamun, sayapun segera menyapanya…

lho ko melamun mbak… pasti lagi melamun yang jorok ya…. hee..hee,

Ah kau Dek….. bikin kaget aja.

Eh mbak saya mau tanya sesuatu tetapi jangan marah ya…

Mau tanya apa.?? jawabnya.

Itu mbak, tadi sesudah buka dan mendengar cerita saya ko wajah mbak jadi merah dan jadi salah tingkah, selain itu sepanjang perjalanan tadi mbak memeluk erat banget sampai toketnya nempel di punggungku, mbak Vaniaterangsang yaa?? Mendengar pertanyaanku ia langsung terperanjat, antara malu dan marah menjadikannya salah tingkah.

Dekakau ini suka ngarang ya… udah ah pulang aja yuk…

mbak jujur aja… mbak terangsangkan?

Iya deh….. mbak jujur saya memang terangsang, habis cerita kau hot banget sih… saya kan jadi ga tahan…

Emangnya mbak lagi pingin ya?? sahutku.

Idih… jangan gitu ah.

mbak kalo pingin saya mau ko melakukannya… Mbak Vania langsung kaget..

Deka… kau ko berpikir begitu sih..? saya kan kakak ipar kau.

Mbak.. di rumah memang kakak ipar, tetapi di sini kan cuma kita berdua…

Betul juga si Deka tetapi kalo main begituan di sini kan bisa ketahuan orang yang lewat…
maksud mbak ngentot disini..?

Ya iya dong Deka… emangnya apa lagi…

Wahhh ternyata benar, saya bakal bisa ngentotin iparku yang cantik dan bahenol ini… gumamku dalam hati.

Mbak… ya nggak di sini tetapi nanti di rumah aja, kan malam ini mas Erwin dinas malam, jadi kita bisa ngentot di rumah…

Tetapi Deka, kan ada ibu sama 2 anakku…

Itu masalah gampang mbak, saya telah pengalaman untuk mengaturnya.

Oke deh.. terserah kau… ya udah kita pulang yuk…

Tunggu sebentar mbak, kan baru jam 6.30 masih sore kita pemanasan dulu aja yuk… bujukku.

Tetapi jangan di sini Deka… di tempat lain aja yaa…

Akhirnya kami meninggalkan gubuk itu dan kuarahkan motorku masuk kedalam kebun tembakau yang cukup rimbun dan jauh dari jalan maupun rumah warga. Saya hafal daerah ini karena tak saya pernah tinggal di daerah sini.

Saat masuk ke kebun sengaja kumatikan motor agar tak ada yang melihat, kami berjalan perlahan menuju gubuk petani tembakau yang berada di tengah. Sesampainya disana segera kupeluk mbak Vania, karena sejak tadi saya sendiri telah birahi. Ia cuma diam saja dan langsung kubuka kancing celananya dan kulepas berikut CD yang ia pakai.

Saat ku usap memeknya terasa basah dan mbak Vania cuma mendesah saja. jari tanganku terus bergerilya di selangkangannya sementara dibagian atas kumainkan lidah dan bibirku, kebetulan ia pakai baju yang longgar sehingga cukup kusingkapkan keatas dan kuplorotkan BRA yang ia pakai.

Dengah penuh nafsu kujilat dan kusedot toket yang berukuran 36C itu secara bergantian kanan dan kiri. Saya juga menikmati permainan mbak VaniaTangannya yang biasa mengaduk-aduk adonan kue begitu pintar mengocok kontolku yang telah kulepas dari sangkarnya. Cukup lama kami beradegan mesum semacam itu sampai akhirnya saya tak tahan lagi.

Segera kuarahkan kontolku ke memek mbak Vaniadan dengan sedikit dorongan Slepp… Blezss.

Oh… Deka, ko dimasukin sih…. protes mbak Vania.

Maaf mbak, Deka nggak tahan…. Sayapun terus bergoyang maju mundur sambil memeluk mbak Vania.

Dan ia pasrah saja karena juga merasakan nikmat goyanganku. Slepp…slepp..slep. Ohhh….ahh…ahhh…. mbak Vaniaterus mendesah lalu beberapa menit kemudian ia mencapai orgasme. Saya segera mencabut kontolku dan segera meminta mbak Vaniamenungging membelakangiku, ia menurut saja sambil berpegangan pada tiang gubuk.

Lalu dari belakang segera kuarahkan kontolku Blezzz…Slepp. Kembali kuentoti meki mbak Vania, namun kali ini dari belakang. Sambil meremas dan mengusap-usap pantat mbak Vania kugoyangkan pinggulku dengan irama yang cepat. clepp.. clep… plak.. plaakk.

Tumbukan antara pinggulku dengan bokong mbak Vaniayang montok menimbulkan suara yang cukup keras. Saya begitu bersemangat sehingga akhirnya sayapun mencapai orgasme. Semburan sperma saya mengalir deras di dalam memek mbak Vania, karena begitu banyak jumlahnya saat kucabut kontolku cairan putih itupun mengalir keluar membasahi paha saya dan paha mbak Vania.

Sesudah selesai kami sempat bingung untuk membersihkan kelamin kami yang bergelepatan Sperma, karena tak ada air di sekitar situ. Akhirnya mbak Vaniamerelakan CD miliknya untuk digunakan sebagai serbet dan terpaksa ia tak pakai CD saat pulang.

Sesampainya di rumah keadaan sepi, karena Ibu, Mas Erwin dan anaknya sedang tarawih. Kamipun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Saat semua keluarga pulang tarawih kami bertingkah biasa saja. Dan Mas Erwin pun tak curiga kalau istrinya baru saja kuentoti. Sekitar jam 9 malam kulihat mas Erwin berangkat kekantornya untuk piket.

Malam semakin larut dan sepi karena semuanya telah tidur. Sekitar jam 12 malam saya masuk kekamar mbak vania, ia sempat kaget namun sesaat kemudian ia tau maksud kedatanganku. Saya segera mengajaknya pindah ke kamarku, dan ia cuma menurut saja saat kugandeng keluar kamar. Sesampainya di kamarku ia langsung melucuti pakainnya.

Saya telah tak sabar menikmati mbak Vaniauntuk kedua kalinya di tempat yang lebih nyaman. Sesudah melepas semua pakaianku segera kurengkuh ia dan kubaringkan di kasur. Dengan penuh gairah kucumbui tubuhnya yang bahenol dan putih itu, mbak Vaniacuma menggeliat dan mendesah saat kucumbui bagian intimnya.

Memeknya yang berbulu tipis menjadi maninan bagi bibir dan lidahku dan bersamaan dengan itu tanganku juga terus menerus meremas payudaranya yang montok. Tak lama berselang ia mulai tak tahan dan akhirnya mencapai orgasme sebelum kuentoti.

Sesudah istirahat sejenak saya kembali mencumbui mbak vania, namun cuma sebentar karena saya telah tak sabar segera kuarahkan kontolku ke memeknya. Dalam posisi terlentang dan meki yang sudag basah tak sulit bagiku untuk memasukkan kontol hingga penuh.

Zleppp….. blesss……… Ahhhh, rasanya sungguh nikmat. Sayapun mulai bergoyang menyalurkan hasratku, walaupun beberapa jam yang lalu saya telah kami telah sama-sama orgasme saat ngentot di dalam gubuk namun kami tetap semangat.

Suasana yang kondusif dan tempat yang nyaman membuatku berani mencoba berbagai macam gaya ngentot sesuai keinginanku. Mbak Vaniatetap pasrah saja saat kuentoti, ia selalu menuruti semua keinginanku termasuk saat kuminta mengulum kontolku.

Di malam yang penuh gairah itu, saya benar-benar puas. Mbak vaniapun begitu menikmati permainanku hingga ia mencapai 3 kali orgasme. Dan keperkasaanku inilah yang membuatnya menjadi ketagihan untuk saya entoti sehingga sejak saat itu setiap malam saya bisa ngentot dengan dia. Kegiatan ini terus berlangsung hingga lebaran datang. Dan perselingkuhanku ini baru berakhir sesudah saya harus kembali ke Jakarta.

Google Trends:

Cerita Hot   Cerita Dewasa